"Tidak etis ingin mendapatkan keuntungan tapi dengan mempertaruhkan masa depan anak-anak kita, dengan memproduksi cat bertimbal," katanya.
Namun, kata dia, ada beberapa produsen cat di Indonesia mulai menghilangkan kandungan timbal pada cat produksi mereka.
"Ini menunjukkan ada teknologi di Indonesia untuk memproduksi cat yang aman dari timbal," ujarnya.
Pada tahun 2020-2021, tim Nexus3 secara acak mengumpulkan 120 sampel kaleng cat berbasis pelarut dan cat industri yang dijual untuk keperluan rumah tangga dari toko-toko di 10 kota di Indonesia.
Baca Juga:Klaim Seluruh RPTRA Jakarta Bebas Timbal, Wagub DKI: Kita Standar Internasional
Cat-cat tersebut mewakili 66 merek berbeda yang diproduksi oleh 47 produsen.
Studi analisis data untuk laporan ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye global IPEN untuk penghapusan cat bertimbal. Studi ini dilakukan di Indonesia oleh Nexus3 bekerja sama dengan IPEN (International Pollutants Elimination Network), didanai oleh GiveWell, dan Pemerintah Swedia.