Sedang Nego Formulasi UMP 2022, Wagub DKI Minta Buruh Tak Demo Besar-besaran Lagi
Riza meminta agar para buruh bersabar sampai negosiasi dengan Kemenaker selesai.
Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih
Selasa, 30 November 2021 | 14:48 WIB
Sejumlah buruh membawa poster saat menggelar aksi unjuk rasa menolak nilai kenaikan UMP 2022 yang dinilai terlalu kecil di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/11/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui massa buruh yang menggelar aksi unjuk rasa menolak upah minimum provinsi (UMP) di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/11/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Saat ini, kata Anies, surat tersebut sedang dibahas. Ia berharap setelah ini akan ada revisi untuk penentuan UMP Jakarta dan nilainya bisa dinaikan.
"Kita sedang fase pembahasan. Kita berkeinginan agar di Jakarta baik buruh dan pengusaha merasakan keadilan. Kan adil itu harus semuanya," pungkas Anies.