Sosiolog Sebut Fenomena Citayam Fashion Week Akan Mereda Seiring Waktu: Jangan Mencibir

"Rasa ingin tahu pada realitas kebudayaan dan perubahan baru di kosmopolitan telah mendorong entitas anak muda Citayam ini sering mendatangi kawasan Sudirman Jakarta."

Rizki Nurmansyah
Rabu, 27 Juli 2022 | 21:11 WIB
Sosiolog Sebut Fenomena Citayam Fashion Week Akan Mereda Seiring Waktu: Jangan Mencibir
Sejumlah remaja berpose saat peragaan busana Citayam Fashion Week di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (6/7/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJakarta.id - Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun menilai fenomena Citayam Fashion Week (CFW) muncul dari keingintahuan anak-anak muda Citayam terhadap sesuatu yang baru di pusat urban yang kosmopolitan.

Terlebih, Jakarta kini di-design sebagai kota dunia sehingga mendorong entitas anak muda Citayam sering mendatangi kawasan Sudirman saat waktu longgar.

"Rasa ingin tahu pada realitas kebudayaan dan perubahan baru di kosmopolitan telah mendorong entitas anak muda Citayam ini sering mendatangi kawasan Sudirman Jakarta. Apalagi waktu anak muda ini sedang longgar dimulai saat liburan sekolah," katanya saat dihubungi SuaraJakarta.id—grup Suara.com—Rabu (27/7/2022).

Selain faktor keingintahuan, juga didukung dengan faktor eksternal berupa kemudahan akses untuk menjangkau kawasan Sudirman Jakarta.

Baca Juga:Ridwan Kamil Minta Citayam Fashion Week Tak Ganggu Aktivitas Publik dan Kotori Kota

"Ada faktor eksternal seperti akses yang mudah ke lokasi dengan menggunakan kereta api dan faktor media sosial sebagai ruang ekspresi digital yang menyenangkan untuk menunjukan aktivitas mereka di Jalan Sudirman, telah memberi efek tular yang meluas," ungkap Ubedilah.

Menurutnya, fenomena anak muda suburban semacam itu sebenarnya fenomena kebudayaan biasa yang akan mereda seiring berjalanya waktu.

Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu juga mencibir sebab mereka juga generasi yang perlu hiburan dan menciptakan kebudayaannya sendiri.

"Mereka memiliki hak yang sama sebagai warga negara untuk mengekspresikan dirinya. Sepanjang tidak melanggar aturan bersama di hidup sosial Jakarta dan tidak melakukan tindakan destruktif dan melanggar norma publik, saya kira itu sah-sah saja," tekannya.

Kontributor : Wivy Hikmatullah

Baca Juga:Petugas Ternyata Cuma Jaga Satu Zebra Cross di Dukuh Atas, Muda-mudi Citayam Fashion Week Bikin Macet di Tempat Lain

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak