SuaraJakarta.id - Puluhan rumah di Kelurahan Tanjung Lengkong, Bidara Cina, Jati Negara terendam banjir kiriman dari Kali Ciliwung pada Senin (10/10/2022).
Salh satu warga di RT 5/7 Bidara Cina Maryadi (65) mengatakan, air mulai masuk ke pemukiman warga sekira pukul 04.00 WIB. Saat itu rumahnya yang berdekatan dengan Kali Ciliwung terendam dengan ketinggian sekira satu meter atau kurang lebih sepinggang orang dewasa.
“Masuk kerumah sekitar sepinggang orang dewasa,” kata Maryadi kepada Suara.com saat di temui di lokasi, Senin.
Maryadi yang tinggal di kawasan itu sejak tahun 1985 hanya bisa pasrah setiap kali banjir mampir ke dalam rumahnya.
Keterbatasan biaya untuk pindah ketempat yang bebas dari genangan merupakan faktor utama Maryadi memilih bertahan di rumahnya yang ia tempati sejak menjadi pengantin baru tersebut.
“Kalo mau pindah ketempat lain kan juga pasti harganya lebih mahal dibanding disini,” ungkapnya.
Maryadi seakan tidak jera meski barangnya seperti lemari besar dan sofa harus menjadi korban Kali Ciliwung.
“Barang rusak itu kaya lemari gede pasti, karena gak mungkin kita naikin keatas. Sofa juga pasti kerendem,” jelasnya.
Maryadi saat ini hanya memiliki satu harapan yakni proyek pembuatan sodetan di Kali Ciliwung dapat cepat rampung.
Baca Juga:Antisipasi Banjir Akibat Cuaca Ekstrem, Anies: Semua Pompa Disiagakan
Ia berharap dengan rampungnya proyek tersebut, jika ada kiriman air bah dari wilayah Bogor, warga yang tinggal di kawasan pinggir Kali Ciliwung tidak lagi ikut terendam.
“Ya saat ini kami cuma bisa berharap proyek itu cepat selesai,” katanya.
Sementara itu warga lainnya Tio (30) menyebutkan air di wilayah tersebut mulai surut sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu air mulai surut tanpa bantuan pompa. “Gak pake pompa.”
Ia mengatakan, banjir yang menggenang di wilayah RT 5/7 itu bukan hal baru. Warga mulai bersiaga jika peringatan dari pengeras suara di sekitar lokasi berbunyi dan memberikan peringatan.
“Kalo Toa dari BPBD udah mulai bunyi, kita siap-siap angkutin barang. Naik-naikin tuh keatas rumah,” ucapnya.
Pada banjir kali ini, ia mengaku tidak menungsi, lantaran masih dianggap dalam batas wajar, dan dapat surut dengan cepat.