SuaraJakarta.id - Rimbor Setiadoli (23), warga Tebet Jakarta Selatan, tewas bersimbah darah usai menjadi korban tawuran di wilayah Lenteng Agung, Jagakarsa Jakarta Selatan, pada Kamis (29/2/2024) lalu.
Kakak korban tawuran itu, Adam mengatakan, pihak keluarga mendapatkan informasi tentang tewasnya adik bungsunya dari pihak kepolisian.
Adam menyebut, sebelum tewas, Rimbor sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, sebelum akhirnya meninggal dunia diduga akibat kehabisan darah.
“Lukanya di bagian punggung dan pinggang. Soal jumlah sabetannya saya gak tau,” kata Adam, melalui sambungan telepon, Minggu (3/2/2024).
Baca Juga:Korban Tawuran di Pasar Rebo Ternyata Anak Polisi Pangkat AKBP; Orangtuanya Dinas di Mabes Polri
Rimbor sendiri masuk ke RS Polri sekitar pukul 04.30 WIB. Sementara pihak keluarga, kata Adam, mendapat informasi soal tewasnya Rimbor sekitar pukul 10.00 WIB.
“Saya dapat info dari polisi itu jam 10-an. Tiba-tiba Pak Edi, polisi yang sering di wilayah rumah itu ngasih kabar ke saya dan keluarga,” kata Adam.
Adam sendiri tidak menyangka, adiknya bisa melakukan aksi tawuran itu. Pasalnya rumah dengan lokasi kejadian berjarak sangat jauh.
Jika di rumah sendiri, Adam mengaku selalu mengawasi ketat Rimbor. Terlebih, pada sekitar tahun 2019, Rimbor pernah terluka bacok di bagian perut dan pahanya.
Namun saat itu, kata Adam, luka yang dialami Rimbor bukan karena tawuran.
Baca Juga:Tertangkap! Dua Pelaku Tawuran Yang Bikin Tangan Putus Pemuda Di Pasar Rebo
“Waktu itu zamannya gangster. Jadi ada gangster yang nyerang kampungan sini. Nah dia ngebelain,” katanya.
Semenjak saat itu, Adam mengaku, selalu mengingatkan Rimbor, agar hal tersebut tak kembali terulang. Rimbor diminta untuk tidak ikut-ikutan dalam aksi yang membahayakan dirinya sendiri.
“Kalau masih di kampungan (dekat rumah) masih bisa saya awasin. Tapi ini dia malah keluar wilayah,” katanya.