Ogah Berdesakan Hingga Masih Rindu Orang Tua, Alasan Pemudik Balik Ke Jakarta Lebih Lama

Ratusan penumpang kereta keluar dari pintu kedatangan Stasiun Pasar Senen

Bangun Santoso | Faqih Fathurrahman
Selasa, 16 April 2024 | 18:28 WIB
Ogah Berdesakan Hingga Masih Rindu Orang Tua, Alasan Pemudik Balik Ke Jakarta Lebih Lama
Sabaruddin salah satu penumpang kereta api di Stasiun Pasar Senen, Selasa (16/4/2024). (Suara.com/Faqih)

SuaraJakarta.id - Masa cuti lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah telah rampung. Meski demikian arus balik lebaran Idul Fitri masih terasa di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Selasa (16/4/2024).

Pantauan Suara.com, ratusan penumpang kereta keluar dari pintu kedatangan Stasiun Pasar Senen. Mayotitas dari mereka sibuk dengan barang bawaannya. Tangan mereka hampir penuh menenteng kardus yang diikat dengan tali rafia.

Salah satunya, Abi (25) warga yang berdomisili di Cawang Jakarta Timur ini baru saja tiba dari Tegal, Jawa Tengah. Ia mengaku bertolak dari Tegal, bersama keempat anggota keluarganya.

Abi mengatakan baru kembali ke Jakarta saat ini lantaran ogah berdesakan dengan para penumpang lainnya. Pasalnya, saat meninggalkan Jakarta di hari H+2 lebaran kemarin, ia sempat berdesakan dengan penumpang lainya.

Baca Juga:80 Persen Pemudik Sudah Balik Ke Jakarta, Dishub DKI: Jangan Bawa Sanak Saudara Tanpa Ketrampilan

“Saat ini juga bisa dilihat cukup sepi, tidak seperti saat saya pergi. Saya pergi itu hari h+2 lebaran. Jadi untuk menghindari kepadatan itu,” katanya.

Abi mengaku, dirinya telah mengambil cuti tambahan. Sehingga dirinya masih bisa kembali ke Jakarta hari ini.

“Saya dapat kelonggaran untuk bisa cuti sehari, jadi saya tidak maslah,” tambahnya.

Penumpang lainnya, Sabarudin mengaku berat untuk kembali ke Jakarta lantaran masih betah di kampung halaman.

Terlebih, kata Sabarudin, rasa rindunya terhadap orang tua di kampung belum bisa terobati jika harus kembali ke Jakarta buru-buru.

Baca Juga:Libur Nataru, Calon Penumpang Terus Memadati Stasiun Pasar Senen

“Masih kangen sama orang tua, masih betah di kampung,” ucapnya.

Sabarudin lebih memilih baik kereta api untuk mudik dan balik ke Jakarta lantaran dianggap lebih nyaman. Selain itu, naik kereta api tidak terjebak macet seperti jika dirinya naik bus atau kendaraan pribadi.

“Gak ada kenaikan (tiket), harganya normal, dari tahun lalu,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak