Pentingnya Perempuan Mengikuti Workshop JeLiTa Academy
Indira Sudiro menjelaskan perempuan wajib menjaga dirinya agar tetap sehat dan bugar, tak hanya secara fisik atau penampilan, namun juga sehat dan bugar secara mental dan spiritual. Melalui workshop tersebut para perempuan akan diajak untuk menyadari pentingnya pengembangan diri melalui pendekatan secara holistik yang meliputi keselarasan hubungan tubuh, pikiran dan jiwa.
“Perempuan itu di mana pun, kapan pun, mau muda, mau sedang, mau tua, yang dibicarakan topiknya nggak jauh dari apa sih? Penampilan, kan. Kita bicara penampilan, apa yang utama pasti kita bicara dari apa yang terlihat. Apa sih yang terlihat? Fisik. Kalau orang bilang, ‘Ya nggak apa-apalah kalau gue tambah usia, biasa lah kalau gue gendut, gue nggak cantik kayak dulu.’ Dianggapnya biasa. Padahal itu nggak biasa karena sebetulnya sejatinya kita itu bisa untuk menjaga paling tidak harus tetap sehat dan bugar,” kata Indira Sudiro.
“Tapi ini juga nggak bisa kita bilang hanya sehat dan bugar secara fisik karena semuanya terkoneksi. Tujuan kita menjaga kebugaran tubuh salah satunya juga supaya jiwa kita sehat. Nah untuk jiwa sehat itu apa saja yang harus dilakukan secara psikologis, mentally, spiritual? Karena kalau bicara secara fisik, bugar saja, sehat dan bugar, nggak cukup,” ucapnya lagi.
Baca Juga:Viral Pria Diduga Rekam Celana Dalam Wanita di Mal Jakbar, Polisi Turun Tangan
Tangguh Memperjuangkan Keadilan
Selain aktif mengajak perempuan untuk menjalani hidup sehat dan seimbang, rupanya Indira Sudiro juga tengah berjuang menyelesaikan permasalahan akta wasiat orang tua yang coba dibatalkan saudara/adik kandungnya.
Sebagai informasi, akta wasiat tersebut dipersoalkan saudara kandung Indira Sudiro. Setelah orang tuanya meninggal, saudara kandung Indira mengajukan Upaya Hukum Gugatan Waris dan Pembatalan Akta Wasiat di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, yang pada pokoknya adalah menetapkan harta warisan, ahli waris, dan membatalkan Akta Wasiat tersebut.
"Saya bersama adik kandung (perempuan) melakukan perlawanan terhadap keputusan PA yg mengabulkan gugatan pembatalan akta wasiat orang tua kami,” ujar Indira.
Indira mengaku sangat kecewa dengan putusan hakim yang mengabulkan gugatan tersebut. Namun, ia memastikan akan terus berjuang mempertahankan akta wasiat tersebut untuk bisa menjalankan amanah orang tua.
"Saya sangat sedih. Karena wasiat yang berupa amanah orang tua saya ini tidak bisa saya jalankan. Karena ada salah satu dari kami yang tidak bersedia menjalankan. Dan dikabulkan oleh pengadilan agama. Ini sangat tidak adil," katanya.