Baca 10 detik
- Generasi Z cenderung mengurangi tradisi open house Lebaran karena alasan kelelahan fisik dan kebutuhan privasi.
- Sebagian Gen Z memilih pertemuan yang lebih intim atau sistem janji temu agar interaksi lebih berkualitas dan nyaman.
- Pergeseran praktik Lebaran ini menunjukkan adaptasi nilai kebersamaan menuju interaksi yang lebih efisien dan personal.
Karena pada akhirnya, Lebaran bukan soal seberapa banyak tamu yang datang, tapi tentang bagaimana kebersamaan itu dirasakan.
Entah lewat rumah yang terbuka lebar, atau ruang kecil yang lebih intim yang penting, silaturahmi tetap terjaga.