- Pengguna MRT Jakarta membagikan trik untuk mencari gerbong longgar saat jam sibuk karena aplikasi MyMRTJ belum menyediakan fitur kepadatan.
- Penumpang dapat memanfaatkan aplikasi MyMRTJ untuk memantau jadwal kedatangan kereta guna menghindari kepadatan berlebih saat melakukan perjalanan harian.
- Memilih posisi gerbong bagian tengah serta menghindari pintu keluar utama stasiun dapat meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan berlangsung.
SuaraJakarta.id - Penumpang MRT Jakarta kini bisa memanfaatkan aplikasi MyMRTJ untuk memantau jadwal kedatangan kereta dan menyusun strategi memilih gerbong yang relatif lebih longgar saat jam sibuk.
Namun perlu diketahui, hingga saat ini aplikasi resmi MyMRTJ belum memiliki fitur resmi untuk menampilkan kepadatan tiap gerbong secara real time.
Meski begitu, pengguna tetap bisa memanfaatkan fitur jadwal perjalanan dan informasi kedatangan kereta di aplikasi tersebut untuk menyusun strategi naik kereta tanpa harus berdesakan.
1. Gunakan Aplikasi MyMRTJ untuk Pantau Jadwal Kereta
Baca Juga:Jarang Diketahui! Cara Hemat Naik LRT & MRT Jakarta, Bisa Irit Ratusan Ribu Sebulan
Melalui aplikasi MyMRTJ, pengguna dapat melihat estimasi kedatangan kereta, membeli tiket, hingga memperoleh informasi promo dan layanan.
Dengan mengetahui jadwal kedatangan secara akurat, penumpang bisa memutuskan menunggu kereta berikutnya jika kondisi kereta yang datang terlalu padat.
2. Pilih Posisi Tengah Peron
Secara umum, gerbong paling depan dan paling belakang sering dipadati penumpang karena dekat dengan eskalator, lift, atau pintu keluar di sejumlah stasiun.
Sementara itu, gerbong bagian tengah cenderung sedikit lebih longgar, terutama saat jam sibuk pagi dan sore.
Baca Juga:Sebanyak 303 Ribu Pelanggan MRT Jakarta Manfaatkan Tarif Rp1
Strategi ini banyak dipakai commuter untuk menghindari antrean menumpuk di titik tertentu.
3. Perhatikan Akses Keluar di Stasiun Tujuan
Banyak penumpang memilih gerbong tertentu agar lebih dekat dengan akses keluar tercepat di stasiun tujuan.
Misalnya di stasiun kawasan perkantoran seperti Bundaran HI, Dukuh Atas, atau Blok M, beberapa titik peron sering dipenuhi penumpang yang mengejar pintu keluar terdekat.
Jika tidak terburu-buru, memilih gerbong sedikit lebih jauh bisa membuat perjalanan lebih nyaman.
4. Hindari Jam Puncak Jika Memungkinkan