- Front Mahasiswa Nasional UI mengecam penggusuran 40 rumah di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, untuk pembangunan rusun prajurit TNI.
- Proses pengosongan yang berlangsung sejak April hingga Juni 2026 tersebut memicu bentrokan fisik serta dugaan tindakan represif aparat.
- Warga terdampak mengeluhkan minimnya kompensasi serta ketiadaan dokumen hukum resmi yang mendasari proses pembongkaran lahan tempat tinggal mereka.
Menurut FMN, pengosongan lahan dilakukan untuk pembangunan rumah susun prajurit Denzi Jihandak.
Di berbagai daerah, pembangunan fasilitas negara kerap berhadapan dengan persoalan pemukiman warga yang telah lama berdiri. Konflik semacam ini biasanya tidak hanya menyangkut status kepemilikan tanah, tetapi juga berkaitan dengan aspek sosial dan kemanusiaan.
Karena itu, penyelesaian sengketa lahan sering menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah maupun institusi yang berkepentingan terhadap suatu kawasan.
Di satu sisi terdapat kebutuhan pembangunan fasilitas strategis, sementara di sisi lain terdapat warga yang menggantungkan kehidupan mereka pada kawasan yang akan dikosongkan.
Kondisi inilah yang membuat konflik agraria dan penggusuran sering memunculkan perdebatan panjang mengenai hak atas tanah, hak atas tempat tinggal, dan tanggung jawab negara dalam melindungi warga terdampak pembangunan.
FMN Minta Penggusuran Dihentikan
FMN UI menilai peristiwa yang terjadi di Lenteng Agung tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan administrasi lahan. Organisasi tersebut melihatnya sebagai persoalan hak-hak warga yang harus mendapat perhatian serius.
Karena itu, mereka mendesak pemerintah menghentikan tindakan yang dinilai merugikan masyarakat serta memastikan seluruh warga terdampak memperoleh kejelasan dan perlindungan hukum.
FMN juga menyerukan dukungan dari berbagai organisasi mahasiswa, kelompok masyarakat sipil, organisasi perempuan, buruh, petani, dan pemuda untuk mengawal penyelesaian kasus tersebut.
Baca Juga: Update Kasus 7 Pemotor Lawan Arah vs Truk di Lenteng Agung, Berakhir Damai
Sementara itu, TNI Angkatan Darat (TNI AD) menjelaskan bahwa pengosongan kawasan dilakukan untuk mendukung pembangunan rumah susun bagi prajurit Detasemen Penjinak Bahan Peledak (Denzi Jihandak). Kebutuhan hunian dinilai semakin mendesak seiring bertambahnya jumlah personel satuan tersebut, dari sekitar 75 personel menjadi 170 personel dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data yang disampaikan TNI AD, terdapat 152 kepala keluarga (KK) yang terdampak dalam proses penertiban tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 45 KK dilaporkan telah mengosongkan rumah secara sukarela. Adapun 107 rumah yang masih dihuni ditargetkan dapat dikosongkan seluruhnya paling lambat pada Jumat, 12 Juni 2026, agar pembangunan fasilitas hunian bagi prajurit dapat segera dimulai.
Berita Terkait
-
Update Kasus 7 Pemotor Lawan Arah vs Truk di Lenteng Agung, Berakhir Damai
-
Kenapa Pemotor Kerap Lawan Arus? Polisi Ungkap Alasan Klasiknya
-
Berkaca Insiden Lenteng Agung, Heru Budi Minta Digelar Operasi Gabungan Tindak Pelawan Arus
-
Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswa UI di Indekos Depok, Altaf Tusuk Juniornya 30 Kali
-
Iri Korban Lebih Kaya dan Terlilit Utang Pinjol, Mahasiswa UI Habisi Nyawa Juniornya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI