Titik Balik Kehidupan Pak Ko, Hijrah dari Dunia Premanisme dan Perjudian

Pak Ko kekinian ingin melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 04 November 2020 | 10:15 WIB
Titik Balik Kehidupan Pak Ko, Hijrah dari Dunia Premanisme dan Perjudian
Ilustrasi perjudian.

"Aku pengen mendalami ilmu agama. Jika ada rezeki halal, aku ingin umrah dan naik haji tahun depan. Tak sekadar haji-hajian. Harus resik tenan atiku dan dari uang yang halal," kata Pak Ko.

Jamaah saat melakukan tawaf mengelilingi Kabah ketika menjalani ibadah haji September 2016 lalu. [Ahmad Gharabli/AFP]
Jamaah saat melakukan tawaf mengelilingi Kabah ketika menjalani ibadah haji September 2016. [Ahmad Gharabli/AFP]

Tinggalkan Dunia Hitam

Di dunia premanisme dan perjudian di Klaten, nama Pak Ko sudah terkenal sejak tahun 1990.

Saat memutukan meninggalkan dunia hitam, Pak Ko juga berpamitan dengan teman-temannya yang masih berkecimpung di dunia premanisme dan perjudian.

Baca Juga:Dapat Hidayah, Bos Judi Besar di Indonesia Bertobat dan Mau Pergi Baitullah

Meski godaan untuk kembali ke dunia hitam itu masih ada, Pak Ko mengaku tak akan mencla-mencle dengan keputusan yang telah diambil.

Saiki aku pengen nulung (menolong) masyarakat. Agar dosaku sedikit terkurangi. Agar sing gawe urip (Tuhan) iso ngampuni aku,” tutur suami dari Yeni Imelda Fiatun ini.

Ilustrasi judi togel. (Pixabay/Hermann)
Ilustrasi judi togel. (Pixabay/Hermann)

Menangis Mendengar Takbiran

Langkah Pak Ko pensiun dari dunia preman dan bandar judi berawal dari pergolakan batin yang panjang.

Kali pertama hati Pak Ko tergugah ingin meninggalkan dunia hitam saat dirinya berada di dalam penjara.

Baca Juga:Rampok Minimarket Tempatnya Bekerja di Bogor, Imron Kecanduan Judi Online

"Selama di dunia hitam, saya sudah tiga kali masuk penjara. Pertama tahun 2006 (lima bulan), 2015 (enam bulan), dan 2019 (1 tahun 4 bulan)," tutur pria berusia 55 tahun ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak