SuaraJakarta.id - Sebanyak 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru masuk dalam manifest pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu.
Dua diantaranya adalah Sarah Beatrice Riwoe dan Paulus Yulius Kollo. Keduanya merupakan warga asal NTT.
Namun kedua warga NTT itu rupanya masih hidup. Hal itu disampaikan kuasa hukum Sarah, J Richard Riwoe.
Richard mengatakan, diduga identitas Sarah digunakan oleh Shelfi Ndaro untuk bisa terbang bersama calon suaminya dengan naik maskapai Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak.
Baca Juga:Kumpulan Kisah Penumpang Selamat Sriwijaya Air SJ 182
"Jadi mereka berdua teman di tempat kerja, pergudangan 8. Kontrakan mereka berdekatan. Beatrice biasa datangi ke kos (kosan Sarah)," ujarnya kepada saat dikonfirmasi SuaraJakarta.id—grup Suara.com—Senin (11/1/2021).
"Sarah tidak pernah tahu, identitasnya dipakai entah difoto atau digimanakan tidak tahu. Yang saya pertanyakan itu dia bisa pakai copy-an untuk perjalanan dan swab," imbuhnya melanjutkan cerita.
Diketahui, Sarah tinggal di salah satu kontrakan di Kabupaten Tangerang, Banten.
Richard mengungkapkan dirinya langsung menghubungi Sarah setelah namanya tertera dalam manifest Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh akhir pekan lalu.
"Saya coba kontak Sarah, ia ngangkat telepon. Akhirnya minta bantu koordinasi dengan Sriwijaya," ujarnya.
Baca Juga:Namanya Diduga Dicatut Penumpang Sriwijaya Air SJ 182, Sarah Beatrice Syok
Saat berkomunikasi dengan Sarah ia mencoba memastikan apakah Shelfi Ndaro sempat meminjam KTP-nya.
- 1
- 2