alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lebaran Idul Fitri, Rocky Gerung Sentil Buzer Sebut Fanatik Kekuasaan

Andi Ahmad S Kamis, 13 Mei 2021 | 15:22 WIB

Lebaran Idul Fitri, Rocky Gerung Sentil Buzer Sebut Fanatik Kekuasaan
Rocky Gerung . (Youtube Kompas TV)

Rocky Gerung sebut buzer fanatik kekuasaan itu dilontarkan dalam video berjudul 'Lebaranok' yang ditayangkan oleh Rocky Gerung Official pada Kamis, 13 Mei 2021.

SuaraJakarta.id - Hari Raya Idul Fitri kali ini Rocky Gerung sentil para buzer. Menurutnya, mereka (Buzer) sangat fanatik terhadap kekuasaan, hal itu menyebabkan dua belah pihak terpecah belah persatuan.

Rocky Gerung sebut buzer fanatik kekuasaan itu dilontarkan dalam video berjudul 'Lebaranok' yang ditayangkan oleh Rocky Gerung Official pada Kamis, 13 Mei 2021.

Awalnya, Hersubeno Arief sebagai pewawancara menyampaikan harapan bahwa suasana Idul Fitrih ini dapat membawa suasana kebaikan.

Hersubeno menilai bahwa di lebaran ke dua dalam situasi pandemi ini, Indonesia menghadapi tekanan yang luar biasa, baik dari segi ekonomi, sosial, dan politik.

Baca Juga: Sujiwo Tejo Enggan Balas Broadcast Maaf Lahir Batin, Netizen Sependapat

Rocky Gerung lalu menimpali, memamg selalu ada harapan bahwa bangsa dapat dieratkan kembali.

"Tetapi kita juga musti lihat fakta kerasnya bahwa ini buzzer, para fanatik kekuasaan itu terus mengucapkan hal-hal yang memecah belah, gitu," katanya.

Rocky memberi contoh bahwa ketika Tengku Zulkarnain yang seorang ulama wafat, sebagian buzzer justru seolah-olah bergembira bahkan mengeluarkan kalimat-kalimat hinaan.

"Saya bertantanya dalam dua hari ini, apakah ini yang disebut sebagai revolusi mental? Apakah ini yang pernah dijanjikan oleh Presiden Jokowi untuk mengumpulkan rasa kewarganegaraan kita?" kata Rocky Gerung.

"Jadi, seolah-olah bagian yang paling dasar dari bangsa ini yaitu persatuan Indonesia, persatuan berbasis kesetaraan di dalam wilayah muamalah itu dilupakan untuk dihimpun," tambahnya.

Baca Juga: Shalat Idul Fitri di Stasiun Kereta Api Kampung Bandan

Rocky melanjutkan bahwa kekuasaan cenderung lebih mengontrol aspek-aspek politik ketimbang mengeratkan aspek-aspek sosial.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait