alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anies: Penyebab Paling Banyak Kematian Saat Hujan Adalah Sengatan Listrik

Rizki Nurmansyah Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:46 WIB

Anies: Penyebab Paling Banyak Kematian Saat Hujan Adalah Sengatan Listrik
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika berbicara dengan anggota TNI saat menghadiri apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (13/10/2021). [ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna]

Anies mengingatkan warga untuk memastikan keamanan kabel listrik.

SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan warga untuk memastikan keamanan kabel listrik. Sebab, berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan ketika terjadi banjir sebagai dampak curah hujan ekstrem.

"Seluruh masyarakat untuk mulai memastikan wilayah, kondisi kampung, rumah relatif aman. Khususnya terkait dengan listrik dan gas karena saat musim hujan sering menimbulkan risiko kecelakaan," kata Anies saat memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Menurut Anies, penyebab paling banyak kematian ketika puncak musim hujan adalah adanya korban tersengat aliran listrik.

Untuk itu, baik masyarakat dan instansi terkait untuk ikut memastikan keamanan sambungan kabel listrik sebagai antisipasi dini.

Baca Juga: Jelang Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bandung Raya Waspadai Potensi Bencana Ini

Anies menargetkan nihil korban jiwa ketika puncak musim hujan di Jakarta.

"Hujan datang dan pergi tapi jangan sampai menyisakan angka kematian, itu artinya antisipasi dari awal. Penyebab paling banyak kematian saat hujan adalah sengatan listrik, pastikan dalam fase siaga, pengamanan ini dilakukan," ucapnya.

Selain nihil korban jiwa, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menargetkan dalam waktu enam jam setelah hujan berhenti, genangan air sudah surut.

"Begitu hujan berhenti, kami punya waktu enam jam untuk memastikan kering. Kerahkan semua pompa bergerak (mobile), pompa pemadam kebakaran, semuanya, tarik air itu, enam jam surut," imbuhnya.

Begitu juga apabila terjadi limpahan air akibat luapan Sungai Ciliwung, ia menargetkan dalam enam jam kiri dan kanan kawasan dekat bantaran sungai itu sudah kering.

Baca Juga: Klaim Fokus Urus Jakarta, Dalih Anies Ogah Jawab saat Ditanya Jika Tak Lagi Jabat Gubernur

Adapun kapasitas debit air di Sungai Ciliwung, lanjut dia, mencapai 600 meter kubik per detik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait