Sarly membenarkan, pihaknya melalui Polsek Pagedangan yang turun ke TKP melakukan penembakan.
Hal itu dilakukan untuk memancing keluar para perampok.
![TKP perampokan dan penyanderaan pegawai Alfamart di Jatake, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/4/2022). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/04/20/55153-tkp-perampokan-dan-penyanderaan-pegawai-alfamart.jpg)
"Guna memancing para pelaku keluar, personel memberikan tembakan peringatan namun tidak ada reaksi dari dalam minimarket," ungkapnya.
"Kemudian personel Polsek Pagedangan masuk ke dalam minimarket dan para pelaku diduga sudah meninggalkan lokasi kejadian. Kemudian Personel Polsek Pagedangan menyelamatkan karyawan yang terkunci di ruang brankas," sambungnya.
Baca Juga:Perampokan Minimarket di Tangerang Terekam CCTV, Polisi Buru Tiga Pelaku
Teriakan Minta Tolong
Sementara itu Dedi, salah seorang warga setempat yang tinggal di belakang minimarket itu, mengaku terkejut. Pasalnya, sebelum perampokan terjadi dirinya sempat melihat pintu minimarket sedikit terbuka.
Tak hanya itu, Dedi juga melihat ada tiga motor yang terparkir di depannya. Dia menduga, motor tersebut milik karyawan minimarket.
"Saya pulang setengah 11 ada motor tiga, pintu ditutup sedikit. Kita nggak curiga karena biasanya begitu kalau mau tutup. Kondisinya juga sepi," katanya kepada SuaraJakarta.id di depan rumahnya, Rabu (20/4/2022).
Dedi kemudian terkejut setelah mendengar teriakan minta tolong dari karyawan dari jendela lantai dua minimarket.
Baca Juga:Perampokan Minimarket di Tangerang, Pelaku Diduga Bersenpi Revolver, Korban Dikunci di Lantai 2
"Jadi mulai ramai jam 11 malam. Banyak warga yang keluar rumah. Sedangkan di depan minimarket itu warga penuh, jalan juga ketutup," paparnya.