Keluh Warga Marunda Sudah Sebulan Krisis Air Bersih: Pakai Perahu Beli Air ke Pengecer

Warga terpaksa membeli air bersih yang dibanderol senilai Rp 1.500-2.000 per jerigen atau 20 liter.

Rizki Nurmansyah
Jum'at, 20 Mei 2022 | 18:04 WIB
Keluh Warga Marunda Sudah Sebulan Krisis Air Bersih: Pakai Perahu Beli Air ke Pengecer
Ilustrasi air bersih - Warga Marunda Sudah Sebulan Krisis Air Bersih. (Elements Envanto)

SuaraJakarta.id - Warga Marunda Jakarta Utara mengeluhkan krisis air bersih di wilayah mereka. Instalasi air yang telah terpasang kini terputus.

Arom, warga RT 08 RW 07 Marunda mengatakan, krisis tersebut sudah terjadi dalam sebulan terakhir.

Warga, kata Arom, terpaksa membeli air bersih yang dibanderol senilai Rp 1.500-2.000 per jerigen atau 20 liter.

Arom pun turut membeli air tersebut, karena untuk mencukupi kebutuhan air bersih di rumahnya hanya itu satu-satunya cara.

Baca Juga:Warga Marunda Kesulitan Air Bersih, NasDem Minta Pemprov DKI Tindak Perusahaan Penyedia Air

Dalam sehari, ia yang tinggal bersama istri dan seorang anaknya bisa menghabiskan 100 liter air bersih.

"Kita beli air ke pengecer. Jaraknya sekitar 1 kilometer. Dalam sehari kurang lebih bisa 100 liter, untuk mandi cuci kakus (MCK)," katanya, saat dihubungi SuaraJakarta.id—grup Suara.com—Jumat (20/5/2022).

Untuk menempuh jarak 1 kilometer, Arom biasanya menggunakan perahu sebagai moda transportasi mengangkut air bersih itu.

Sehingga untuk menutupi keperluan air bersih, ia harus menunggu air laut yang sedang pasang.

"Paling saya beli sehari sekali, beli pas air laut lagi pasang. Karena saya kan belinya pakai perahu. Tapi ada juga warga yang belinya pakai motor,” katanya.

Baca Juga:Bahaya! Ini 15 Kecamatan yang Rawan Kekeringan di DKI Jakarta, Terbanyak di Jakarta Pusat

Arom mengatakan, dalam sehari ia mengeluarkan biaya sebesar Rp 10-15 ribu hanya untuk air bersih.

Jika dikalkulasi, dalam 30 hari, maka pengeluaran Arom untuk kebutuhan air bersih di rumahnya sekitar Rp 300-450 ribu.

"Di sini pengecer gak cuma satu. Ada yang jual Rp 1.000-2.000," ungkapnya.

Arom mengatakan, terputusnya suplai air bersih di wilayahnya diduga akibat kerusakan instalasinya.

Namun jika memang benar terjadi kerusakan, tidak masuk dalam nalar jika penyelesaiannya dilakukan dalam kurun waktu sebulan lebih.

"Kalau menurut saya, kalau memang Aetra dan koperasi mau bekerja serius menangani instalasi, saya rasa gak sampai 1 bulan krisis air. Ini real masalah instalasi atau memang ada hal lain? Itu yang menjadi masalah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak