SuaraJakarta.id - Pemprov DKI Jakarta berencana menggandeng perusahaan swasta dalam program pembangunan rumah tanpa uang muka atau Down Payment atau DP 0 rupiah. Hal ini dilakukan untuk mengejar janji kampanye Anies Baswedan yang masih jauh dari target.
Berdasarkan data dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI, sampai 4 Februari 2022 rumah DP 0 rupiah tersedia di Jakarta ada 967 unit dan sudah terjual 885 unit.
Rinciannya, sebanyak 710 unit terjual dari 780 unit di Pondok Kelapa, 38 unit dari 37 unit sudah laku di Bandar Kemayoran, dan 138 dari 149 unit terjual di Sentraland Cengkareng.
Anies juga baru meresmikan 1.348 unit Rumah DP 0 rupiah pada Kamis (8/9/2022). Rinciannya, sebanyak 868 unit hunian berdiri di Menara Kanaya, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.
Baca Juga:Gembong PDIP Nilai Sekda Marullah Matali Penuhi Syarat Calon Pj Gubernur DKI
Lalu, sisanya sebanyak 480 unit di Menara Swasana di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Dengan demikian, total pembangunan rumah DP 0 rupiah di Jakarta baru berjumlah 2.332 unit.

Sementara itu, Pemprov DKI menargetkan pembangunan rumah DP 0 rupiah sebanyak 10 ribu unit.
Untuk mengejar target itu, Kepala Dinas PRKP DKI Jakarta Sarjoko menilai pentingnya kontribusi pihak swasta. Diharapkan semakin banyak hunian bertingkat yang menerapkan sistem pembayaran 0 rupiah.
"Dengan swasta kita kembangkan untuk mencapai target 10 ribu (unit). Kita harapkan pasar juga mengambil peran untuk menyediakan hunian DP 0 rupiah ini," ujar Sarjoko kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).
Target 10 ribu unit Rumah DP Rp0 ini tercantum dalam usulan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2017-2022 yang pernah diajukan Pemprov DKI kepada DPRD DKI.
Baca Juga:Capai 3 Ribu Unit, Pemprov DKI Gandeng Swasta Bangun Lagi Rumah DP 0 Rupiah pada 2026
"Kita usulan di dalam RPJMD untuk penyediaan DP 0 kurang lebih 10 ribu sekian," kata Sarjoko.
Awalnya, memang target pembangunan rumah DP 0 rupiah adalah 250 ribu unit dalam RPJMD. Sarjoko menyebut alasan pengurangan target karena pandemi Covid-19 yangmengakibatkan keterpurukan kondisi perekonomian banyak pihak, termasuk pelaku usaha bidang properti.

"Kan tahu sendiri, kita ada musibah COVID. Semua ekonomi terpuruk, sektor properti jatuh. Tidak hanya hunian DP 0 saja, semua properti collaps," tuturnya.
Namun, usulan perubahan target pembangunan rumah DP 0 rupiah dalam RPJMD itu sampai saat ini masih belum berlaku karena ditolak DPRD DKI.
"Ini kan masih dalam proses. Kita belum ada keputusan final terkait target (pembangunan Rumah DP 0 rupiah dalam) RPJMD," pungkasnya.