DPRD DKI Tunggu Arahan Pemerintah Pusat Terkait MBG Selama Ramadan

Hingga kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan MBG di 126 sekolah dan 42.000 siswa.

Reky Kalumata
Rabu, 12 Februari 2025 | 14:28 WIB
DPRD DKI Tunggu Arahan Pemerintah Pusat Terkait MBG Selama Ramadan
Menu makanan bergizi gratis (MBG) yang disajikan di SDN Cipulir 01 Pagi, Jakarta, Rabu (12/2/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

SuaraJakarta.id - DPRD DKI menunggu arahan pemerintah pusat terkait program makan bergizi gratis (MBG) untuk persiapan pelaksanaan selama Ramadan 1446 H/ 2025 M.

"Nanti kita tunggu arahan pemerintah pusat karena ini adalah program kegiatan pemerintah pusat yang kita fasilitasi di Jakarta," kata Ketua DPRD DKI Khoirudin di SDN Cipulir 01 Pagi Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025) seperti dimuat ANTARA.

Khoirudin mempertimbangkan nantinya penerima MBG tetap bisa mendapatkan layanan berupa menu berbuka puasa.

Sementara, Staf Umum Potensi Maritim (Spotmar) TNI Angkatan Laut Letkol (Mar) Herlambang menambahkan pihaknya masih melakukan rapat terkait menu buka puasa bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga:Carlos Pena Tidak Tertekan dengan Rentetan Hasil Buruk Persija Jakarta

"Rencananya makanannya berupa nasi kotak dan bisa dibawa pulang," ujar Herlambang.

Herlambang mengatakan pihaknya bersama BGN masih memastikan menu apa saja yang tahan lama untuk disajikan sebagai menu berbuka puasa.

Pada Rabu ini, DPRD DKI bersama eksekutif, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) dan jajaran mendatangi SDN Cipulir 01 Pagi memastikan koordinasi MBG berjalan dengan baik.

Terhitung hingga kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan MBG di 126 sekolah dan 42.000 siswa.

Adapun 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang beroperasi untuk makan bergizi gratis yang saat ini melayani akan terus bertambah secara bertahap.

Baca Juga:Persija vs Persib, Carlos Pena: Kami akan Kumpulkan Energi demi Raih Tiga Poin

Tahun ini, diharapkan sekitar 153 SPPG bisa terpenuhi. Berdasarkan perhitungan, untuk mendirikan satu SPPG kurang lebih dibutuhkan Rp3 juta.

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan Program MBG tetap dijalankan saat Ramadan, namun bentuk makanan yang disediakan berbeda.

Nantinya, jenis makanan yang diberikan berbeda, tergantung satuan pendidikannya.

Dia mencontohkan, satuan pelayanan makan makanan bergizi di pesantren ada di pesantren, sehingga saat berbuka, makanan dapat disajikan saat itu.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan BGN menjalin kerja sama guna meningkatkan pengawasan serta mitigasi kejadian luar biasa dalam MBG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak