Raut Muka Tak Biasa Ferdy Sambo Usai Yosua Tewas, AKBP Ari Cahya Nugraha: Wajahnya Merah seperti Orang Marah

Ferdy Sambo masuk ke dalam rumah seraya mendesak Acay untuk membantu mengangkat jenazah Yosua.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 26 Oktober 2022 | 18:35 WIB
Raut Muka Tak Biasa Ferdy Sambo Usai Yosua Tewas, AKBP Ari Cahya Nugraha: Wajahnya Merah seperti Orang Marah
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo, saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJakarta.id - Ekspresi tak biasa terlihat dari wajah Ferdy Sambo setibanya AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay di rumah dinas Kadiv Propam Polri itu di Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat 8 Juli 2022 sekitar pukul 18.30 WIB. Acay melihat raut muka sang jenderal bintang dua itu memerah seperti orang marah.

Hal itu dilihat Acay pasca penembakan yang menewaskan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas Ferdy Sambo. Pernyataan ini disampaikan Acay sebagai saksi pada sidang obstruction of justice kasus pembunuhan berencana Brigadir J, dengan terdakwa AKP Irfan Widyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022).

Irfan adalah satu dari tujuh terdakwa kasus obstruction of justice Brigadir Yosua. Enam terdakwa lainnya adalah Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kompol Baiquni Wibowo, AKBP Arif Rachman Arifin, Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Kompol Chuck Putranto.

Terdakwa kasus merintangi penyidikan atau 'obstruction of justice' pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Irfan Widyanto, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU
Terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Irfan Widyanto, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2022). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim, Acay mengaku awalnya sedang berada di ruang kerjanya di Bareskrim Polri. Ia lalu ditelepon Ferdy Sambo yang saat itu masih menjabat Kadiv Propam Polri dengan pangkat jenderal bintang dua, pada 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.30 WIB.

Baca Juga:Sebelum Jenazah Brigadir J Diangkut, Ferdy Sambo Telepon Seseorang Cukup Lama di Bawah Pohon

"Kurang lebih ditelepon dengan kalimat 'Cay ke rumah saya sekarang'. Saya sampaikan siap jenderal. Telepon ditutup oleh beliau," tutur Acay mengulang isi percakapannya dengan Ferdy Sambo.

Mendapati perintah itu, Acay kemudian mengajak Irfan ke rumah Ferdy Sambo menggunakan sepeda motor. Acay dan Irfan tidak langsung ke rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, melainkan di Bangka, Kemang, Jakarta Selatan.

"Karena yang saya tahu rumahnya Pak Ferdy Sambo itu di Bangka, Kemang. Makanya saya sama Pak Irfan datang pertama kali tidak ke Duren Tiga, namun ke Kemang. Sampai di sana, tidak ada aktivitas apapun," ungkap Acay.

Lantaran melihat suasana sepi di rumah Ferdy Sambo di Bangka, Acay kemudian menghubungi sopir Ferdy Sambo, Brigadir Daden Miftahul Haq. Namun, tidak diangkat hingga akhirnya Daden menelepon balik.

"Saya jelaskan bahwa saya telepon Daden ini dalam rangka karena saya diperintahkan menghadap Bapak (Ferdy Sambo) untuk datang ke rumah. Cuma saya sampai di rumah Bangka Kemang kok tidak ada aktivitas. Daden menjelaskan bahwa posisi Pak Kadiv Propam ada di rumah Duren Tiga," jelas Acay.

Baca Juga:Momen Afung Bos CCTV Dikenalkan AKP Irfan ke Satpam Kompek Rumah Dinas Ferdy Sambo: Ini Teknisi Saya Mau Ganti DVR

Setelahnya, Acay dan Irfan bergegas ke rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Mereka tiba sekitar pukul 18.30 WIB.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini